
Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Institut Agama Islam (IAI) DDI Sidenreng Rappang kembali menyelenggarakan Rapat Tindak Lanjut (RTL) Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Berbasis Outcome-Based Education (OBE) secara daring melalui Zoom Meeting, Selasa (28/7/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pendampingan berkelanjutan yang diinisiasi LPM dalam rangka meningkatkan kualitas dokumen pembelajaran sekaligus memperkuat implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) di seluruh program studi. Berbeda dengan kegiatan sebelumnya yang berfokus pada konsep dan penyusunan RPS OBE, pendampingan kali ini lebih menitikberatkan pada aspek teknis pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) sebagai alat bantu dalam penyusunan RPS yang efektif, efisien, dan tetap sesuai dengan standar akademik.
Hadir sebagai narasumber, Dr. Muhammad Haramain, M.Sos.I., dosen Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah IAIN Parepare, yang memberikan pendampingan secara langsung mengenai strategi memanfaatkan AI dalam menyusun dokumen RPS berbasis OBE. Peserta memperoleh praktik penggunaan AI mulai dari penyusunan capaian pembelajaran, perumusan indikator, strategi pembelajaran, hingga penyelarasan asesmen dengan capaian lulusan.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan sesi demonstrasi, praktik langsung, serta diskusi mengenai berbagai tantangan yang dihadapi dosen dalam menyusun RPS. Melalui pendampingan ini, dosen diharapkan mampu memanfaatkan AI secara bijak sebagai alat bantu akademik, bukan sebagai pengganti proses berpikir ilmiah dan tanggung jawab profesional seorang pendidik.
Ketua Lembaga Penjaminan Mutu IAI DDI Sidenreng Rappang, Munadirah M. Ahdad, M.Pd., menyampaikan bahwa pendampingan ini merupakan bagian dari komitmen LPM dalam memastikan setiap dosen memperoleh dukungan yang memadai untuk menghasilkan dokumen pembelajaran yang berkualitas.
“Pendampingan ini tidak berhenti pada pelaksanaan workshop semata, tetapi menjadi proses pembinaan yang berkelanjutan. LPM ingin memastikan bahwa setiap dosen tidak hanya memahami konsep Outcome-Based Education, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam penyusunan RPS dengan memanfaatkan teknologi AI secara tepat, etis, dan bertanggung jawab. Harapannya, AI dapat menjadi mitra yang membantu dosen bekerja lebih efektif tanpa mengurangi kualitas dan integritas akademik.”
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa kegiatan ini juga merupakan salah satu bentuk implementasi budaya mutu di lingkungan IAI DDI Sidenreng Rappang. Melalui pendampingan yang dilakukan secara konsisten, dosen didorong untuk terus meningkatkan kualitas proses pembelajaran, memperbarui dokumen akademik sesuai perkembangan regulasi, serta mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung pembelajaran di perguruan tinggi.
Ke depan, LPM akan terus melaksanakan pendampingan lanjutan hingga seluruh program studi memiliki RPS berbasis OBE yang selaras dengan capaian pembelajaran lulusan, kebutuhan dunia kerja, dan standar penjaminan mutu internal. Langkah ini diharapkan semakin memperkuat kualitas tata kelola akademik serta mendukung peningkatan mutu pendidikan di IAI DDI Sidenreng Rappang.
Tinggalkan Komentar